Langsung ke konten utama

Rumah Makan Jam 22 Bagian 1

Megi adalah anak pertama dari bapak jamal, yang pada saat itu menginjak usia 19 tahun. Megi pergi merantau ke jakarta untuk membantu ayahnya yang hanya tinggal sendiri. Ibu Megi sudah lama meninggal semenjak megi masih duduk dibanggku sekolah dasar. Kepergian megi membuat sang ayah sedih karena anak semata wayangnya kini jauh dari hadapannya, namun sang ayah tidak bisa menolak keinginan putrinya itu apalagi sang anak sangat ingin berangkat kekota metropolitan jakarta.

Sesampainya di Jakarta Megi tinggal bersama saudara dari ibunya yang bekerja sehari-hari sebagai buruh cuci disebuah perumahan elit dikawasan Jakarta Selatan. Sesampainya disana Megi pun langsung kesana kemari mencari lowongan pekerjaan, namun tak kunjung dia dapatkan. Sampai suatu hari setelah berkeliling kesana kemari mencari pekerjaan dia datang disebuah warung makan besar yang ramai dan bermaksud menaruh lamaran pekerjaannya disitu, sesampainya didepan gerbang rumah makan itu security pun bertanya kepada megi "Neng mau melamar pekerjaan ya...?" Megi pun dengan tersenyum malu menjawab "iya pak, apa ada lowongan pekerjaan disini...? sekurity pun langsung datang menghampiri megi dan menjawab "kebetulan neng sehabis lebaran banyak karyawan yang resign, jadi banyak lowongan disini, neng punya pengalaman apa? atau mau ngelamar pekerjaan apa disini?" , Megi "Apa saja saya mah pak yang penting bisa bekerja, masak saya bisa, cuci piring juga bisa, bersih-bersih juga bisa" Security " oh kalo gitu ngelamar aja dibagian masak kebetulan koki lagi butuh asisten, urgen katanya sih, sini lamarannya nanti saya sampaikan sama bos." Megi "Ini pak, makasih pak," Security "Nanti dikabarin neng sekarang eneng pulang aja udah malem kelihatannya eneng juga capek banget." Megi "iya pak dari tadi saya di sms sama teteh suruh pulang, tapi tanggung lamaran yang saya bawa masih utuh, makasih ya pak sebelumnya saya permisi dulu." Megi pun pulang dengan senang.

Keesokan harinya ponsel megi berdering dan benar saja dugaan megi ada SMS buat interview dirumah makan yang tadi malam dia datangi, tapi megi merasa heran karena jam interview yang tertera yaitu jam 22.00 seperti kemaren dia datang waktu itu, namun kecemasan nya itu berlalu sembari senyum lebar yang dan khayalan akan kesuksesan yang dia dambakan. waktu berlalu pagi pun menjadi malam jam 21.00 Megi sudah berangkat dari rumahnya memang tempatnya tidak terlalu jauh sekitar 15 menit perjalanan dengan sepeda. Namun Merasa heran tempat yang sebelumnya diadatangi tertutup dan terkunci rapat dan terlihat sangat sepi, tak ada lampu dan orang-orang bahkan security yang kemarin berada dipintu gerbang jg tidak ada, Megi sangat kecewa dan langsung putar arah dengan sepedanya dalam hatinya berfikir bahwa orang-orang kota memang suka mempermainkan orang kampung seperti dia, namun kekesalannya itu hilang tat kala ada penjual mie kwetiaw yang berada di sebuah gang tak jauh dari rumah makan yang ia datangi tadi. iya pun berbelok masuk gang dan makan dengan lahap, pikirnya ya sudahlah mungkin belum rejeki. Selesai makan Megi pun bermaksud untuk pulang kemudian ia menengok rumah makan yang ia datangi tadi ternyata ramai pengunjung lamu gemerlap dan banyak orang mondar mandir, Megi pun merasa terheran-heran dan ia putuskan kembali lagi ketempat tersebut. Benar saja, security yang kemaren ia tanya ada disitu ada diposnya. Security "Eh eneng tempat waktu bagus lah bos udah nunggu, mari saya antar" megi pun langsung masuk pintu gerbang dan diantar masuk kesebuah ruangan yang rapih dan besar tampak lukisan kuno dan wallpaper yang berwarna merah tua ditemboknya. Security "Silahkan duduk neng bos mungkin lagi makan". Megi pun duduk dan menunggu, tak berapa lama Bos yang dimaksud oleh security pun datang. Bos "Mau Kerja?" Megi "iya bos". Bos "ya sudah langsung saja masuk kedapur dan bantu koki disana dia udah nungu asisten buat ngembantuin dia langsung aja gak usah ada formalitas ini dan itu saya hanya butuh pegawai bukan kertas nilai yang enggak ada hubungannya sama pekerjaan ini. gaji kamu 2,5jt tiap bulan jam kerja kamu mulai dari jam 22.15 sampai jam 23.30, kamu gak boleh datang kurang dari jam 22.00 atau lebih dari jam 22.15 itu peraturan rumah makan disini. kalo kamu datang kurang dari jam 22.00 rumah makan ini belum buka dan jika kamu datang jam 22.15 lebih kamu telat masuk kerja, gaji kamu akan saya potong 100 ribu. Jelas udah itu aja, Pak demon (security yang tadi) nanti kasih dia seragam asisten koki dan kasih makan dulu dibelakang." Pak Demon "Siap bos, mangga hayu neng kebelakang makan dulu bareng sama yang lain". Megi pun pergi kebelakang bersama pak demon, disana sudah terdapat karyawan lain yang sedang menikmati hidangan makan dan duduk dimeja panjang dipenuhi dengan box kayu yang beruap yang mengeluarkan bau sedap yang menggugah selera, Megi pun duduk disalah satu kursi yang diambil pak demon dan pak demon pun mengambil kotak kayu yang beruap tadi dan sebuah piring dan sendok. Pak demon "sambelnya ngambil sendiri neng disana, itu" sambil meunjuk kearah wadah besar berisi sambal kacang. Megi pun mengiyakannya. ternyata kotak tersebut isinya siomay,  megi pun makan dengan lahap. Setelah itu pak demon mengantar Megi menemui koki dan dikenalkannya dengan koki tersebut. Pak demon " Bu dendi ini megi asisten ibu yang baru dia karuawan yang baru aja bos terima, nanti ajarin aja dia apa yang jadi kerjaanya" Bu Dendi "uy karyawan baru, langsung aja  ambil daging di freezer dan potong dadu ukuran 5 centi habis itu potong daun bawang 5kg, masak 1kg kacamg mentah sampai matang  awas jangan sampai gosong, terus giling seperempat kacang matang dicampur dengan 10 siung bawang merah cabai 30 butir sampai halus. oke itu saja habis itu kamu boleh pulang". Megi terheran-heran dengan instruksi yang diberikan Bu dendi kepadanya dan seperti sudah paham Megi oun menhiyakannya fan langsung mengerjakan tugas itu dan selesai pada pukul 23.15. Megi pun keluar sambil permisi ke Bu dendi dan disana dia ketemu dengan pak demon. Pak demon " udah selesai neng? makan dulu neng tuh masih ada somay masih anget, tapi jangan dibawa pulang ya, gak boleh ya" pesan dari pak demon.....

bersambung....

Komentar